Desa Ngreco – Kecamatan Selorejo – Kabupaten Blitra – Ngreco adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Ngreco merupakan sebuah desa yang terkenal dengan wisata air bendungan Lahor.
- Kode pos: 66192
- Kabupaten: Blitar
- Kecamatan: Selorejo
- Kode Kemendagri: 35.05.21.2010
Ada apa di Desa Ngreco?
Selain ada tempat wisata berupa bendungan Karangkates yang berada di sebelah desa Ngreco, desa Ngreco sendiri juga memiliki tempat menarik, yaitu Situs Ngreco atau Reco. Situs ini berada di pinggir jalan utama Blitar-Malang.
Situs Ngreco dan Legenda Desa Ngreco Blitar
Situs Ngreco secara administratif terletak di Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Situs ini cukup mudah ditemukan karena berada di pinggir jalan utama Blitar – Malang. Sesuai dengan namanya, Situs Ngreco (Reco = Arca) terdiri dari sebuah arca tokoh, sebuah Yoni, dan empat buah lingga.
Jika diamati, arca di Situs Ngreco ini sedikit aneh, di mana bagian badan dan kepalanya seperti bukan satu kesatuan. Sementara itu, yoni di situs ngreco cukup unik, pada bagian ceratnya terdapat ornamen yang indah. Yoni merupakan komponen peribadatan umat Hindu yang menggambarkan perwujudan Dewi Parwati. Dewi Parwati adalah istri dari Dewa Siwa. Biasanya Yoni berbentuk persegi, bercerat, dan disertai lubang di tengah. Lubang ini merupakan tempat Lingga sebagai perwujudan Dewa Siwa.
Lingga biasanya memiliki bagian atas berbentuk segi enam dan bagian bawah berbentuk persegi. Lingga yang menancap pada lubang yoni melambangkan persatuan antara Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Meskipun demikian, tidak semua lingga adalah pasangan dari yoni, ada lingga patok yang berfungsi sebagai pembatas kosmis suatu tempat suci. Pada situs ini terdapat empat buah lingga, bisa saja lingga-lingga tersebut adalah lingga patok.
Menurut legenda yang berkebang, situs ini dikenal sebagai Pesarean Nyai Randha Kuning dan berkaitan dengan asal-usul Desa Ngreco. Legenda Nyai Randha Kuning bermula ketika rombongan yang mengawal Putri Sekar Arum Kemuning, seorang putri dari Kadiri, melintasi hutan dalam rangka menuju Kerajaan Singasari. Putri Sekar Arum akan dinikahkan dengan seorang raja dari Kerajaan Singasari. Putri Sekar Arum Kemuning sebenarnya tidak menghendaki pernikahan ini sehingga saat pengawalan lengah ia melarikan diri ke tengah hutan. Karena tidak memperhatikan jalan saat berlari, dia menabrak sebuah reco (arca) dan meninggal seketika.
Para pengawal sang putri akhirnya menemukan keberadaan sang putri namun dalam keadaan sudah meninggal. Jenazah Putri Sekar Arum Kemuning dimakamkan di dekat arca. Pada waktu yang bersamaan ada seorang tua bernama Mbah Sumejo yang sedang membabat hutan dan mengetahui kejadian tersebut. Mbah Sumejo akhirnya menamai daerah tersebut dengan nama Ngreco dan bertahan sampai sekarang.